Oleh: febrynugroho | Maret 19, 2009

BAHAN PUPUK NABATI

Partisipasi setiap keluarga untuk mengolah sampah rumah tangga masing-masing secara mandiri dapat menjadi salah satu solusi.  Selain menguntungkan bagi keluarga tersebut, partisipasi keluarga ini juga merupakan upaya besar dalam membantu Pemerintah dalam menangani sampah rumah tangga. Mengolah sampah rumah tangga tidak berarti harus menggunakan metode ilmiah, teknologi tinggi atau berbiaya mahal. Di rumah, kami telah mulai menggunakan sampah rumah tangga untuk membuat pupuk organik dengan cara yang sangat sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar.

Mari kita menyediakan bahan-bahan dan peralatan berikut ini:  

Bahan-Bahan

Bahan Dasar
. Bahan dasar pembuatan pupuk organik dapat berasal dari bermacam-macam sumber seperti kotoran ternak, sampah rumah tangga non sistetis, limbah-limbah pabrik makanan/minuman, daun-daun kering, potongan rumput, dan lain-lain. Sebagai contoh, bahan yang biasa kami pakai dalam percobaan awal di rumah adalah daun-daun kering, potongan ranting-ranting pohon kecil, dan potongan rumput. Itulah bahan dasarnya.

Ragi
. Pupuk organik pada dasarnya adalah tape yang berasal dari dari bahan-bahan organik dan sudah berbentuk tanah. Nah, seperti pembuatan tape pada umumnya, kita memerlukan ragi. Ragi pada pembuatan pupuk organik bisa berasal dari inokulum bakteri untuk membantu mempercepat proses pendegradasian (dekomposisi). Sebetulnya tanpa dibantupun, alam dengan sendirinya akan mendekomposisi bahan-bahan organik tersebut dengan bakteri yang ada di alam beserta bantuan organisme renik lainnya. Namun dengan menggunakan bakteri, maka proses peragian akan menjadi lebih cepat.

Kami menggunakan mikrobiologi cair yang sudah jadi seperti Effective Microorganisme 4 atau sering disingkat EM4.  Botolnya berwarna kuning, harganya sekitar Rp 20-ribuan, dan dapat dibeli di kios-kios pertanian terdekat.

Nutrisi. Untuk mempercepat proses degradasi dari sampah rumah tangga, sebaiknya    ditambahkan nutrisi dari bahan karbohidrat. Kami menggunakan beberapa pilihan; yaitu gula merah yang disisir halus, gula merah bubuk, gula merah (glukosa) cair, nasi yang sudah tidak dimakan/basi, tepung beras, atau tepung terigu. Selain nutrisi dari bahan karbohidrat, kita juga bisa menambahkan nutrisi lain, misalnya pupuk kandang, atau pupuk urea. Penambahan nutrisi diperlukan terutama apabila daun-daun yang akan diolah menjadi pupuk organik terdiri dari bahan-bahan kering semua. Kami sering menggunakan larutan gula, tetapi juga kadang-kadang menggunakan nasi.

Kebutuhan Alat

Ide dasar akan kebutuhan alat pada pembuatan pupuk organik adalah dengan menggunakan wadah tertutup agar kondisi temperatur selama proses pembuatan pupuk organik  bisa terjaga. Macam-macam pilihan wadah yang bisa digunakan, mulai dari tong plastik/seng, atau ember plastik. Dapat juga membuat wadah dari con block berukuran 1 X 1 m, atau membuat lubang berukuran 1 X 1 m di tanah. 

Pada dasarnya, kita tidak perlu membeli gentong atau tempat khusus untuk penyimpanan pupuk organik. Karena selain kurang praktis, bagi rumah tangga yang tidak memiliki uang yang berlebih untuk pengadaan wadah, tentu akan sangat menyulitkan. Kami selalu memilih yang paling sederhana dan mudah disediakan, yaitu Trash Bag atau kantong sampah plastik biasa.

Cara pembuatan

Cara pembuatan pupuk organik ini sangat praktis dan sederhana. Kumpulkan rumput-rumput, daun-daun dan sampah rumah tangga non sistetis. Pertama-tama, cacah dulu daun-daun yang ukurannya lebih besar dengan menggunakan gunting. Pencacahan ini dilakukan agar pupuk organik yang dihasilkan berukuran lebih kecil dan proses pembuatan pupuk organik tidak terlalu lama. Jika jumlah dedaunan cukup banyak dan kita tidak terlalu ingin menghasilkan pupuk organik yang lebih kecil ukurannya, biarkanlah ukuran dedaunan tetap seperti yang ada. Tentunya lama proses pembuatan pupuk organik akan berbeda.

Jika kita memiliki daun yang berwarna hijau dan coklat, maka keduanya bisa di campurkan agar mereka saling berbagi nutrisi. Takaran idealnya adalah 2 bagian daun-daun kering ditambah dengan 1 bagian daun-daun hijau. Setelah itu, taburi pupuk kandang diantara daun-daun, lalu aduk-aduk.

Buat campuran mikroba seperti bioaktivator atau EM4. Jika menggunakan EM4, pakai dengan menggunakan  ukuran pada tutup botolnya.  Jika bahan yang tersedia sebanyak 50 kg berarti memerlukan 5 kali tutup botol. Tambahkan dua sendok makan urea ke dalam ember. Siramkan ke campuran daun sampai merata. Jika daun diperas tak keluar air berarti sudah cukup. Bila di dalam tumpukan ada dedaunan hijau atau misalnya tersedia tanaman kacang-kacangan, maka nutrisi tidak perlu ditambahkan lagi.

Jika memilih menggunakan plastik trash bag sebagai wadah, masukkan campuran daun yang sudah ditiriskan ke dalam plastik trash bag, lalu ikat dengan erat. Lubangi sedikit trash bag ini, untuk memudahkan pertukaran udara.

Setelah kita simpan dalam tempat penyimpanan, biarkan adonan pupuk organik ini selama kira-kira 3-4 minggu.
Pada dua minggu pertama, kita bisa membuka plastik trash bag. Bila sudah agak membusuk, biasanya ditandai dengan selesainya proses pembuatan pupuk organik dan plastik trash bag dingin, kita bisa mencampurkan 1-3 plastik menjadi satu wadah agar lebih memudahkan dalam penyimpanan.  Simpan kembali campuran dalam plastik ini dan biarkan selama 2 minggu ke depan agar kompos siap untuk digunakan. Demikianlah cara pembuatan pupuk organik yang sangat praktis dan sederhana.

Manfaat

Ada dua manfaat pembuatan pupuk organik. Pertama, pupuk organik digunakan sebagai penggembur tanah.  Pupuk organik digunakan sebagai media tempat hidup sejumlah besar bakteri.  Pupuk inilah yang akan membantu penyerapan makanan oleh tanaman. Sebagai contoh, tanah yang telah ditaburi pupuk organik biasanya menarik bakteri dan mikroorganisme tanah yang dapat membantu proses penggemburan tanah. Dengan demikian tanah yang mengandung pupuk organik menjadi lebih subur.
Manfaat yang kedua dari pembuatan pupuk organik adalah kita bisa membantu penyelamatan bumi karena secara tidak langsung membantu pengembalian bahan nabati ke bumi dalam bentuk pupuk organik sehingga dapat mencegah percepatan kerusakan bumi.  Itulah dua buah manfaat dari pembuatan pupuk organik. 

Penutup

Pembuatan pupuk organik sama sekali tidak sulit melakukannya. Kita tidak perlu membuat pupuk organik dengan terlalu ilmiah, karena hasil pupuk organik ini akan kita nikmati sendiri untuk kebutuhan  pekarangan rumah kita.
Lain halnya jika kita memang berencana untuk memasarkan pupuk organik yang sudah jadi, tentunya kita perlu memastikan bahwa pupuk organik buatan kita tersebut mempunyai standar yang sama dengan pupuk organik produksi pesaing atau bahkan memiliki kadar nutrisi yang lebih baik.  

Jika setiap rumah tangga melakukan pembuatan pupuk organik secara mandiri, dapat dibayangkan banyaknya sampah organik yang bisa hilang dari Tempat Pembuangan Akhir, banyaknya pupuk organik yang bisa digunakan untuk menyuburkan pekarangan rumah kita, dan banyaknya tanah yang akhirnya bisa kita selamatkan karena ia akan menjadi lebih gembur dan sehat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: