Oleh: febrynugroho | Maret 12, 2009

PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI

Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (PPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul) , pembunuh dan bentuk lainnya.

Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami / nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang.

Jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati antara lain :

  • Aglaia (Aglaia odorata L)
  • Bengkoang (Panchyrrhyzus erosus – Urban)
  • Jeringau (Acorus calamus L)
  • Serai (Andropogan margus L)
  • Sirsak (Annona muricata L)
  • Srikaya (Annona squamosa L)

Jenis tumbuhan penghasil atraktan / pemikat antara lain :

  • Daun wangi (Melaleuca bracteata L)
  • Selasih (Ocimum sanctum)

Jenis tumbuhan penghasil rodentia nabati antara lain :

Gadung – KB (Dioscorea composita L)
Gadung racun (Dioscorea hispida)

CONTOH  BAHAN  PESTISIDA  NABATI
 
v     Mimba (Azadiracta indica)
Cara pembuatannya dapat dilakukan dengan mengambil
2 genggam bijinya, kemudian ditumbuk.  Campur dengan 
1liter air, kemudian diaduk sampai rata.   Biarkan selama 
12 jam, kemudian disaring.  Bahan saringan tersebut 
merupakan bahan aktif yang penggunaannya harus di
tambah dengan air sebagai pengencer.Cara lainnya 
adalah dengan menggunakan daunnya sebanyak 1 kg 
yang direbus dengan 5 liter air.  Rebusan ini diamkan 
selama 12 jam, kemudian saring.  Air saringannya 
merupakan bahan pestisida alami yang dapat digunakan 
sebagai pengendali berbagai hama tanaman. 
v     Tembakau (Nicotium tabacum)
Tembakau diambil batang atau daunnya untuk 
digunakan sebagai bahan pestisida alami. 
Caranya rendam batang atau daun tembakau 
selama 3 - 4 hari, atau bisa jugadengan direbus 
selama 15 menit.  Kemudian biarkan dingin lalu saring. 
Air hasil saringan ini bias digunakan untuk mengusir
berbagai jenis hama tanaman.
 
v     Tuba, Jenu (Derriseleptica)
Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. 
Caranya dengan menumbuk bahan tersebut sampai 
betul-betul hancur.   Kemudian campur dengan air 
untukdibuat ekstrak.  Campur setiap 6 (enam) 
sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 liter air. 
Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan
berbagai jenis hama tanaman.
 
v     Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)
Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian
ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing)
sapi.  Campuran ini diencerkan dengan air dengan
perbandingan1 : 2 - 6 liter.  Gunakan untuk
mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang
tanaman.
 
v     Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah
dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan. 
Kemudian saring.  Air saringannya ini mampu untuk
memberantas hama yang biasanya menyerang
tanaman mentimun.
 
v     Bunga Camomil (Chamaemelum spp)
Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan
dan saring.  Gunakan air saringan tersebut untuk
mencegah damping off atau penyakit rebah.
 
v     Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai
dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian
diamkan sekitar 1 jam.   Lalu berikan 1 sendok makan
deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup.
Simpan di tempat yang dingin selama 7 - 10 hari.
Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut
dengan air.  Campuran ini berguna untuk membasmi
berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.
 
v     Abu Kayu
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di sekeliling
perakaran tanaman bawang bombay, kol atau lobak
dengan tujuan untuk mengendalikan root maggot.
Abu kayu inibisa juga untuk mengendalikan serangan
siput dan ulat grayak.  Caranya, taburkan di sekeliling
parit tanaman.
 
v     Mint (Menta spp)
Daun mint dicampur dengan cabai, bawang daun dan
tembakau.  Kemudian giling sampai halus untuk diambil
ekstraknya.  Ekstrak ini dicampur dengan airsecukupnya.
Dari ekstrak tersebut bisa digunakan untuk memberantas
berbagai hama yang menyerang tanaman.
 
v     Kembang Kenikir (Tagetes spp)
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian campur dengan 3
siung bawang putih, 2 cabai kecil dan 3 bawang bombay.
Dari ketiga bahan tersebut dimasak dengan airlalu
didinginkan.  Kemudian tambahkan 4 - 5 bagian air,
aduk kemudian saring.  Air saringan tersebut dapat
digunakan untuk membasmi berbagai hama tanaman.
 
v     Cabai Merah (Capsium annum)
Cara pembuatannya dengan mengeringkan cabai yang
basah dulu.  Kemudian giling sampai menjadi tepung.
Tepung cabai tersebut kalau dicampur dengan air dapat
digunakan untuk membasmi hama tanaman.
 
v     Sedudu
Sedudu (sejenis tanaman patah tulang) diambil getahnya. 
Getah ini bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai
hama tanaman.
 
v     Kemanggi (Ocimum sanetu)
Cara pembuatannya: kumpulkan daun kemangi segar,
kemudian keringkan.  Setelah kering, baru direbus sampai
mendidih, lalu didinginkan dan disaring.  Hasil saringan ini
bisa digunakan sebagai pestisida alami.
 
v     Dringgo (Acarus calamus)
Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung),
kemudian dicampur dengan air secukupnya.  Campuran
antara tepung dan air tersebut dapat digunakan sebagai
bahan pembasmi serangga.
 
v     Tembelekan (Lantara camara)
daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar.
Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang
terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun
pengerek daun.
 
v     Rumput Mala (Artimista vulgaris)
Caranya bakar tangkai yang kering dari rumput tersebut.
Kemudian manfaatkan asap ini untuk mengendalikan hama
yang menyerang suatu tanaman.
 
v     Tomat (Lycopersicum eskulentum)
Gunakan batang dan daun tomat, dan dididihkan.
Kemudian biarkan dingin lalu saring.  Air dari saringan
ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai
hama tanaman.
 
v     Gamal (Gliricidia sepium)
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri sedikit air lalu
ambil ekstraknya.  Ekstrak daun segar ini dan batang
gamal ini dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai
jenis hama tanaman, khususnya jenis serangga.
 
v     Bunga Mentega (Nerium indicum)
Gunakan daun dan kulit kayu mentega dan rendamlah
dalam air biasa selama kurang lebih 1 jam, kemudian
disaring.  Dari hasil saringan tadi dapat digunakan untuk
mengusir semut.

CONTOH PEMBUATAN PESTISIDA NABATI

1. UBI GADUNG

v ALAT DAN BAHAN :

-ubi gadung
-deterjen
-alkohol 70%
-air
-botol aqua bekas
-parutan

v CARA PEMBUATAN : Parut ubi gadung dan sirami air, lalu peras hingga sari ubi gadung tersebut terbawa oleh air. masukkan ke dalam aqua bekas dan campurkan dengan 1gr deterjen, 1gr alkohol 70%. setelah itu diamkan hingga 1hari 1 malam.

v UJI COBA :Semprotkan pestisida yang sudah di diamkan pada lalat atau ulat, maka beberapa menit kemudian lalat atau ulat tersebut akan mati.

 


Bahan dan Alat:

2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.
Cara Pembuatan:

Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.
Dosis:

1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.
Kegunaan:

Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.
Sasaran:

Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: