Oleh: febrynugroho | Maret 5, 2009

PESTISIDA NABATI

Sebagai Alternatif Sementara Pada saat Krisis Moneter Berkepanjangan Kita telah banyak mendengar dan membaca melalui media audio visual maupun media cetak bahwa pada saat perekonomian kita mengalami krisis berkepanjangan ini, maka sektor pertanianlah yang menjadi sektor primadona perekonomian kita. Sektor pertanian banyak menampung tenaga kerja pada saat banyak orang kehilangan kerja di sektor perdagangan, industri, sektor jasa dan lain-lain. Dibalik kejayaan sektor pertanian ini, sebagian besar petani kita sedang menghadapi masalah serius dengan melambungnya harga sarana produksi seperti benih, pupuk, pestisida, dan lain-lain. Penggunaan benih unggul merupakan syarat mutlak untuk memperoleh hasil produksi yang lebih baik, kemudian pupuk dan pestisida juga merupakan faktor yang sangat penting juga untuk mengatasi kondisi yang sulit ini, maka perlu diusahakan bahan substitusi atau pengganti untuk pupuk dan pestisida. Maka pada kesempatan ini kita akan mengamati bersama penggunaan pestisida alternatif dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dikenal dengan sebutan pestisida nabati ataupun pestisida alami. Walaupun penggunaan pestisida nabati menghasilkan daya racun yang lebih rendah dibandingkan pestisida kimia dan hanya cocok untuk penggunaan pada lahan yang mempunyai luasan yang terbatas, akan tetapi akan sangat membantu bagi petani yang telah memiliki tanaman hortikultura pada lahan terbatas dan dalam posisi kesulitan untuk membeli /memperoleh pestisida kimia di daerahnya. Petani di Kabupaten Ponorogo dengan bimbingan BIPP setempat telah menggunakan tembakau dan cabai sebagai pestisida nabati. Tembakau yang mengandung senyawa alkolid yaitu nikotin disinyalir dapat bersifat racun kontak yang cukup effektif jika digunakan untuk memberantas hama aphids dan berbagai jenis ulat pada tanaman tomat, cabai, melon dan semangka. Tembakau yang digunakan sebagai bahan larutan pestisida nabati/botani terdiri dari berbagai jenis, seperti molek, cerutu, virgina dan jenis lain. Selain bahan tembakau dapat juga memanfaatkan puntung rokok. Bahan baku yang dibutuhkan adalah 1ons tembakau/puntung rokok yang telah dibersihkan dan 7liter air. Masukkan 1ons tembakau ke dalam ember plastik ukuran 10 liter, kemudian tuangkan air kedalamnya sebanyak 7 liter air lalu tutup ember tersebut dengan rapat, biarkan 4-7 hari kemudian disaring dan disimpan ditempat yang aman. Jarak pemakaian larutan tembakau masih dapat digunakan dengan baik sampai jangka waktu 3 bulan. Cara penggunaan larutan tembakau sebagai pestisida alami bilamana tanaman berumur 1-3 minggu setelah tanam, disemprot dengan perbandingan1 : 5 artinya 1 liter larutan tembakau dicampur dengan 5 liter air biasa, kemudian masukkan dalam tangki sprayer langsung disemprotkan pada permukaan daun tanaman. Sedangkan untuk tanaman umur 1 bulan apabila cabai dicampur dengan bawang putih dapat mencegah kumbang pemakan daun, karena aroma yang ditimbulkan mampu mengacaukan indra penciuman serangga tersebut. Pestisida nabati juga telah digunakan oleh beberapa petani di Kabupaten karawang. Jawa Barat dalam mengatasi hama yang menyerang tanaman padi dengan menggunakan bahan campuran sebagai berikut : * 5 buah berenuk (sejenis tanaman langka berbuah bulat) * 10 butir kamper ( kapur barus ) * 100 gram sabun * 1 liter minyak tanah * 2 butir telur bebek * 15 – 20 liter air Cara pembuatan : Buah berenuk dibelah dan diambil isinya, setelah dilumatkan masukkan isi berenuk tersebut ke dalam ember plastik ukuran 25 liter, kemudian dicampur semua bahan tersebut di atas dan diaduk dengan kayu pengaduk hingga merata. Ember plastik yang di isi bahan tadi ditutup rapat (difermentasikan) kemudian disimpan ± 15 hari. Selesai proses fermentasi bahan disaring dan ditaruh dalam wadah (botol plastik) sebelum digunakan. Cara pemakaian : Tuangkan pestisida nabati 2 gelas dicampur dengan 13 liter air ke dalam tangki sprayer 15 liter, selanjutnya semprotkan ke tanaman padi yang terserang hama. Perlu diketahui bahwa pembuatan pestisida nabati dari buah berenuk sebanyak 20 liter dapat mengamankan padi seluas 2 – 3 Ha. Semua pestisida alternatif ini bisa membantu petani kita yang mempunyai luasan tanaman terbatas sampai menjelang panen. Pestisida ini sebaiknya disemprotkan pada pagi / sore hari. Ampas larutan tembakau masih dapat dimanfaatkan untuk mencegah rayap dan semut. Sedangkan pestisida nabati dari cabe mampu membasmi hama semut, nematoda dan serangga ukuran kecil. Pembuatan Pestisida nabati cabai sebagai berikut : segenggam cabe dicampur air dan diblender hingga halus lalu disaring dengan kain kasa. Cara penggunaannya seperti penggunaan pestisida alami dari tembakau. Untuk penyemprotan gunakan sarung tangan dan baju kaos lengan panjang, karena residu larutan cabe membuat tubuh menjadi panas/pedas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: